Labels:

Wanita Di Pinggir Jalan

wanita di pinggir jalan

Setiap hari aku melihatnya duduk sambil menengadahkan kedua tangannya sambil menundukkan wajahnya. Wanita itu masihsangat muda, kira-kira 35-40 tahun, tapi entah mengapa dia tidak bekerja. Di manakah keluarganya...? Pakaian dari pagi hingga senja menjemputpun tidak masih terlihat sama. Ibu, mengapa kau duduk hanya mengharapkan orang disekelilingmu yang berlalu lalang memberikanmu sebuah koin atau lembaran uang...?

Hari ini, sepertinya ibu itu sedang terlihat sakit, terlihat di kepalanya ada selembar obat yang menempel...?? Lalu, kenapa dia masih tetap saja hanya duduk di pinggir jalan itu...?? Dan dia selalu tersenyum padaku saat aku melintasinya.

3 comments :

  1. Rasa empati dan iba, itu tandanya kita penyembah Nya, fakir miskin dan peminta2, serta masih banyak lagi lainya,punyak hak kasih sayang kita, atas perintah Nya!

    ReplyDelete
  2. Inspirasi dan empati selalu terbersit di setiap insan manusia yaa,mb. Tak terkecuali dengan sosok ibu tua yang tegar dan kuat bak batu karang. Apalagi kita tahu ibu adalah orang yang terbaik dalam khidupzn kita :)

    ReplyDelete
  3. Ijin menyimak saja dulu. Salam Wisata..

    ReplyDelete

Terimakasih sudah berkenan membaca artikel ini dan meninggalkan jejak komentar yang baik.

 
Lembar Kehidupan Wieka © 2008 | Designed by Wieka Wintari Banjarbaru, Kalimantan Selatan - Indonesia