Labels: , , ,

Mamaku Idolaku

Mamaku Idolaku

Tak akan ada Habil dan Qabil putera Nabi Adam, jika Allah SWT tidak menciptakan Siti Hawa saat itu untuk menemani Nabi Adam di muka bumi ini. Maka sama halnya bahwasanya kita hadir di dunia ini karena adanya seorang Ibu. Karena hanya pada wanitalah Allah SWT menciptakan rahim di dalamnya dirinya sebagai tempat berlindung sang calon anak sebelum dia hadir ke dunia ini.

Memang tidak dipungkiri bahwa ada peran Ayah juga di dalamnya, namun jika tidak ada Ibu tidak akan hadir seorang anak. Seperti pertanyaan tentang asal usul ayam, yang mana duluan, telur ayam atau ayamkah? Namun kita tidak akan membahas tentang telur, karena di sini kita akan membicarakan tentang Ibu. Dan jika kita berbicara tentang Ibu, maka pembicaraan tersebut akan melebar dan luas seperti bentangan hamparan samudera.

Wanita diciptakan dengan hati yang sangat lembut, sehingga dengan kelembutannya menjadikan dia lebih sabar dibandingkan seorang pria. Olehnya itu mengapa kebanyakan anak-anak lebih sering menceritakan kegiatannya di sekolah ataupun kejadian yang mereka alami dalam kesehariannya kepada Ibu, bukan kepada Sang Ayah. Mereka lebih segan kepada ayahnya daripada kepada Ibunya, karena disini Ibu lebih mengayomi, lebih bisa mengontrol emosinya. Dan Ibu juga lebih mengasihi dan menyayangi serta bisa melakukan segalanya bagi sang anak.

Pola tingkah laku anak akan terpupuk dari dalam keluarga, apakah dia akan menjadi anak yang baik atau anak yang nakal, menjadi anak pandai atau anak yang bodoh. Itu tergantung bagaimana peran Ibu di dalamnya, karena anak-anak lebih dekat dengan Ibunya. Ibu yang pandai dan cerdas dalam merawat, mendidik dan mengasuh anaknya, Insyaallah akan terwujud anak-anak yang pandai dan cerdas pula dan tidak akan ada yang namanya anak nakal.

Maka apabila Ayah dan Ibu bertengkar di rumah, maka yang pertama kali akan terkena imbasnya adalah jiwa anak-anaknya dan itu akan membawa mereka ke dalam lingkungan yang kurang nyaman, dan bisa membawa mereka ke dalam lingkar syaitan narkoba, dan segala macamnya, naudzubillahi mindzalik. Semoga anak-anak kita selalu dalam lindungan Allah SWT.

Setiap anak pasti akan mengidolakan Ibunya masing-masing, demikian juga dengan saya sendiri, yang menjadikan Mamaku, Hj.Wielia Afrida sebagai idolaku. Saya senantiasa bersyukur kepada Allah SWT yang telah mengkaruniakan kepada diriku lingkungan keluarga harmonis yang senantiasa rukun dan bahagia. Seperti luasnya samudera, tak kan pernah habis kasih sayang Mama tercurah selalu untuk saya dan Agung, adikku yang hanya semata wayang.

Mamaku terlahir dari keluarga turunan Tionghoa dan seorang Muallaf, meskipun demikian Mama tak segan-segan untuk selalu belajar tentang sholat dan mengaji bersamaku saat saya masih duduk di Taman Kanak-Kanak. Dan itu berlangsung hingga saya Tamat Sekolah Dasar, kebetulan waktu itu Papaku dapat rejeki dari Allah SWT, hingga dapat menyekolahkanku di sekolah swasta Islam di Jakarta, dan semua itu karena dorongan dan motivasi dari semangat Mama untuk selalu belajar tentang Islam. Hingga saat ini ibadah Mama selalu terjaga dengan baik, sholat tak pernah ia tinggalkan, dan dari bibirnya selalu hadir lantunan doa dan zikir memuja kebesaran Allah SWT.

Jiwa berdagang Mama yang tekun dan ulet mengalir didalam darahnya, mungkin karena pengaruh darah Tionghoanya. Tak sedikitpun ada rasa malu di dalam hatinya untuk berdagang, walaupun sebenarnya rejeki dari Allah SWT yang diberikan kepada Papa masih cukup untuk kami sekeluarga. Apa saja yang bisa diperdagangkan oleh Mama, pasti akan dilakukannya. Kalau berdagang jangan mengambil keuntungan terlalu besar, untung kecil tak apa, yang penting perputaran uangnya cepat, demikian nasihat Mama mengenai trik berdagangnya.

Dari segi masak memasak, wow itu mah jangan di tanya, pokoknya Mamakulah jagonya. Mulai dari masakan tradisional hingga modern, dari kue kering hingga kue basah, dari segala minuman hingga aneka puding. Dan kalau ada resep baru, tidak segan-segan beliau untuk bertanya ke ahlinya dan belajar untuk membuatnya. Bahkan sampai sekarang, walau waktu Mama tersita sebagian besar untuk merawat Papaku yang saat ini sedang terbaring sakit tak berdaya karena terkena stroke, Mama masih tetap memanfaatkan sisa waktu yang ada untuk membuat beraneka kue agar bisa kubawa dan menjualnya di kantor dimana saya bekerja.

Selain memiliki keahlian dalam hal masak memasak, Mamaku juga banyak punya keahlian lainnya. Salah satunya keahlian memotong rambut, dan hasil potongan rambut Mama tidak kalah bagusnya dengan potongan rambut di salon. Menjahit Mama juga bisa lakukan, bahkan dulu sewaktu Mama dan Papa tinggal di Jogya, pernah punya usaha di bidang konveksi jilbab. Begitu banyak keahlian yang Mama miliki, dan semua keahlian tersebut hasilnya digunakan hanya untuk membesarkan dan mendidik anak-anaknya semata, tanpa ada satupun keluh kesah yang terlontar dari bibirnya.

MasyaAllah, sungguh Allah SWT telah menganugrahkan kepadaku orangtua yang begitu baik, cerdas, pandai, mengayomi dan menjadi pelita serta lentera hidupku. Mamaku idolaku, dia adalah panutan hidupku, segala kebaikan yang ada padanya menjadi suri tauladan bagiku dalam meniti kehidupan di masa depan.

Ya Allah, ijinkan Saya untuk selalu menjadi anak Sholehah yang dapat membahagiakan, merawat dan menjaga mereka dengan baik dan sabar, hingga mereka menghadap padaMu dalam keadaan khusnul khotimah. Ijinkan Saya untuk dapat menjadi seorang ibu yang mempunyai jiwa tegar dan hati seluas samudera seperti Mama. Ijinkan Saya untuk dapat menjadi seorang Mama yang berhati lembut, tauladan bagi anak-anak Saya kelak. Aamiin Ya Robbal ‘Alamin.

Kasih Mama kepada beta, tak terhingga sepanjang waktu.
Hanya memberi tak harap kembali
Bagai Sang Surya menyinari dunia...

I love you Mama
Tak kan tergantikan oleh siapapun kasih sayangmu kepadaku
Selamat Hari Ibu, Mamaku Sayang...

18 comments :

  1. Terima kasih atas partisipasi sahabat dalam Kontes Unggulan : Hati Ibu Seluas Samudera
    Segera didaftar
    Salam hangat dari Surabaya

    ReplyDelete
  2. Good luck dengan GAnya :)
    Your mom sounds great :)

    ReplyDelete
  3. Kalau bicara tentang mama memang gak akan ada habisnya. Mama is the best in the whole world :)
    aku juga punya tulisan tentang mama, ijin promo ya hehe
    http://fathirabaina.blogspot.com/2013/12/mama-adalah-hebat.html

    ReplyDelete
  4. Assalaamu'alaikum wr.wb, mbak Wieka... wah, liat pada fotonya, saya keliru antara mbak dan ibu mbak. Ternyata keduanya serupa wajah. Saya senang membaca tentang ibu mbak. Semoga ibu sentiasa dirahmati Allah SWT. Mudahan sukses dalam GA nya mbak. Salam manis dari Sarikei, Sarawak. :)

    ReplyDelete
  5. mama nya luar biasa yaa jago masak , entar anaknya kudu belajar tuh biar jago masak juga :D

    ReplyDelete
  6. mama memang segalanya buat kita, sukses ya mbak ikut kontesnya :)

    ReplyDelete
  7. Alhamdulillah masih bisa bersama ibu, jalan kita menuju surga

    ReplyDelete
  8. Assalamu Alaikum sebuah tulisan kekaguman pada ibu semoga kan menambah bakti kita kepada ibu

    ReplyDelete
  9. itu fhotonya dimana mbak..kren banget keliatannya

    ReplyDelete
  10. Punya mama jago masak itu sungguh menyenangkan ya, Mbak. Sebagaimana ibu saya, masak apa saja, enaaaak :)

    ReplyDelete
  11. dimana-mana orang itu selalu mengidolakan ibunya yah,..

    ReplyDelete
  12. latarnya nih masjid terapung Makassar.. jadi kangen ke Makassar lagi nih

    ReplyDelete
  13. IBU memang orang sangat menginspriasi kita :D hehe

    ReplyDelete
  14. Aku malah lebih segan sama Ibu daripada sama Bapak. Kalau sama Bapak aku udah kaya BFF, hehehe. Inspiring ya ibunya, aku amini doa-doanya :)

    ReplyDelete
  15. Bapak juga hebat kok mbak dunia kecil indi :)
    terima kasih dan salam kenal

    ReplyDelete

Terimakasih sudah berkenan membaca artikel ini dan meninggalkan jejak komentar yang baik.

 
Lembar Kehidupan Wieka © 2008 | Designed by Wieka Wintari Banjarbaru, Kalimantan Selatan - Indonesia